Sunday, October 6, 2019

Hidup Yang Berkualitas

  Fitriadi       Sunday, October 6, 2019
Dalam headline newsnyaRepublika hari Jum’at (3/11/11) memaparkan laporan UNDP terkait dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesiatahun 2011 yang mengalami kemerosotan dari urutan 108 menjadi posisi ke 127 dari 187 negara.

Hidup Yang Berkualitas

Terlepas dari akibat materil akibat dari menurunnya nilai nasib manusia di Indonesia yang menjadi fotoan bagaimana proses tata kelola suatu  pemerintahan dari seorang pemimpin. Bagaimana sebetulnyafotoan suatu  nilai nasib manusia dengan cara individu dalam pandangan islam yang menjadi agama mayoritas bangsa ini.

Islam memandang nilai nasib manusia tak hanya di ukur dari sisi materil semata bakal namun bagaimana kami menjalankan nasib dengan penuh makna bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga bermakna buat orang lain. Rasul sempat bersabda "Sebaik-baiknya manusia di antara anda merupakan yang paling tak sedikit memberbagi kegunaaan terhadap orang lain. (Alhadis). Sebab nasib manusia bakal dipertanggungjawabkan dihadapan sang Kholiknya dan ada kenasiban yang langgeng lebih baik dan indah di alam akherat. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)( QS Ad-Dhuha:4).

Setiap kami sebagai seorang muslim hendaknya senantiasa menghasilkan suatu  amal sholeh sebagai suatu  nilai nasib kita. Sebagaimana yang sudah Allah janapabilan dalam firmannya : Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya bakal Kami berbagi kepadanya kenasiban yang baik dan sesungguhnya bakal Kami beri balasan terhadap mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang sudah mereka kerjakan (QS An Nahl : 97).  Di ayat ini terkesan suatu  korelasi antara amal sholeh dengan nilai nasib seseorang.

Ketika dalam kenasiban kami dari hari kehari dan terus bertambahnya usia kami sepantasnyalah seiring sejalan dengan bertambahnya amal lakukanan yang kami lakukan. Dan amal itu memperoleh kesaksian dari Allah SWT dan terus meningkatkan dekat diri kami dengan sang pencipta.

Bersegeralah kami mengaktualisasikan amal shaleh kami sekarang sebab nasib tak mengetahui siaran tunda. ” Menunda beramal shaleh guna menunggu peluang yang lebih luang, tergolong tanda kebodohan jiwa”demikian nasihatSyaikh Ibn ‘Atha’illah as Sakandari dalam kitabnya Al Hikam. Beramalah sesuai dengan bidang dan kepandaian alias skill yang kami mampu, supaya Allah SWT mengakui kehadiran nasib kita.
logoblog

Thanks for reading Hidup Yang Berkualitas

Previous
« Prev Post