Thursday, January 23, 2020

  Fitriadi       Thursday, January 23, 2020

KPR atau kredit pemilikan rumah merupakan salah satu cara memperoleh hunian tanpa harus membayar langsung seluruhnya. Kpr ini biasanya banyak sekali ditempuh oleh orang-orang yang ingin memiliki rumah tapi belum mempunyai dana yang besar. Banyak carauntuk mengkredit rumah dalah satunya dengan kpr syariah atau kpr bank konveensional biasa.

Sebelum KPR, Yuk Kenali Perbedaan dari Kpr Syariah dan Konvensional


Perbedaan yang paling jelas dari kpr syariah ataupun bank konvensional biasa yaitu jika bank biasa maka akan ada buganya sedangkan untuk bank syariah itu sendiri memberlakukan sistem bagi hasil. Selain dua hal itu masih terdapat banyak lagi perbedaan dibalik kedua hal tersebut. Ada baiknya sebelum mengkredit rumah Anda harus mengetahui terlebih dahulu perbedaan keduanya.

Perbandingan dari Kpr Syariah dan Konvensional

1.   Akad atau Perjanjian
Jika Anda memilih kpr syariah maka  akad atau perjanjian akan dibuat berdasarkan ketentuan hukum dalam islam. Dimana pada bank syariah mereka menggunakan akad murabahah yaitu bank akan membeli barang terlebih dahulu lalu menjualnya kembali kepada nasabahnya. Untuk ketentuan margin itu sendiri akan disepakati oleh kudua pihak yaitu penjual dan pembeli.

Sedangkan jika Anda memiih kpr pada bank konvensional maka perjanjian yang dibuat berdasarkan ketentuan hukum yang positif. Dimana didalam perjanjian tersebuat terdapat bunga, harga, cicilan, dan jumlah yang harus dilunasi serta hal itu akan sitetapkan sendiri oleh pihak yang menyediakan jasa kredit.

2.   Sistem yang Berlaku
Jika Anda memilih bank syariah untuk kpr maka tidak akan berlaku ketentuan bungan karena pada bank ini hanya memberlakukan sistem untuk bagi hasil. Adapun nilai dari  pinjaman syariah merupakan penjumlahan rumah dan margin. Pihak bank akan memberi tahu jumlah margin waktu diawal akad. Dan margin itu tidak akan berubah hingga selesai masa kredit.

Sedangkan sistem yang berlaku pada bank konvensional yaitu ditetapkannya bunga yang akan selalu disesuaikan dengan suku bunga. Bunga ini memiliki acuan pada bank indonesia dan hal ini pastinya akan berimbas pada kenaikan dari bunga kpr bank konvensional.

3.   Tenor Kredit
Jika Anda memilih kpr di bank syariah maka tenor yang akan ditawarkan oleh bank ini bisa terbilang cukup singkat dari pada bank konvensional. Waktu maksimal tenor yang akan mereka tawarkan sekirar 15 tahun bagi nasabah kpr.

Sedangkan jika Anda lebih memilih bank konvensional maka masa tenor yang akan ditawarkan lebih panjang dibanding bank syariah. Adapun waktu yang biasanya ditawarkan yaitu sekitar 25 tahun. Saat ini bahkan sudah ada bank konvensional yang menawarkan masa tenor bagi nasabah kpr selama 30 tahun.

4.   Sanksi
Jika Anda memilih kpr pada bank syariah maka tidak ada sanksi ataupun denda yang akan berlaku. Misanya ada denda atau sanksi pasti akan dibicarakan terlebih dahulu saat akad. Pemasukan dana pada bank ini tidak akan dimanfaatkan untuk keuntungan bank melainkan digunakan sebagai dana sosial.

Sedangkan jika Anda lebih memilih bank konvensional maka tentunya ada sanksi atau denda yang akan diberlakukan. Denda ini biasanya akan diberikan kepada nasabahnya jika melanggar ketentuan dari pembayaran untuk cicilan. Misalnya saat nasabah telat membayarkan cicilannya ataupun nasabah yang melunasi kpr terlebih dahulu sebelum masa tenor selesai.

Untuk Anda yang ingin memulai kpr sebaiknya memperhatikan terlebih dahulu perbedaan dari bank syariah dan konvensional. Pikirkanlah dengan matang serta bandingkanlah dengan baik-baik karena kedua jenis kpr tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

logoblog

Thanks for reading

Previous
« Prev Post